Saatnya berefleksi lagi.
Biasanya urgenya itu setelah baca buku.
Makanya blogpostnya bolong berapa bulan, selama itulah saya ga baca buku.
Sedang memikirkan tentang komunikasi non verbal.
Tidak ada hal baru tentang internet based social network, yang saya maksudkan itu komunikasi antarmanusia yang ga pake ngomong, ga pake chat online gamblang, tapi pesennya nyampe.
Jadi semacem kaya telepati gitu, tapi bukan.
Pesannya itu nyampe tanpa kita harus menjelaskannya dengan kata-kata yang disusun rapi dengan maksud yang jelas, bukan semacam pesan dari guru yg sedang mengajarkan kita sesuatu.
Nah terus bentuk komunikasinya apa?
Bentuknya ya bisa aja ngobrol, ngomongin yang laen, tapi bahasa tubuhnya menyampaikan pesan yang dimaksud.
Terus misalnya ngomongin apa di social network, tapi ada kode dibaliknya (halah).
Encoding pesennya itu tergantung urgensinya, either it is quite urgent to be delivered, then the message will be quite obvious.
Kalo si pengirim pesan sendiri belum yakin apakah pesannya perlu segera disampaikan dan dimengerti oleh si penerima, atau karena alasan lain, misalnya takut terbaca oleh orang lain, maka encodingnya pun akan lebih sulit dimengerti, thus, si penerima pesan sendiri belum tentu menangkap pesannya. Belum tentu menyadari bahwa pesan tersebut ditujukan padanya.
Bentuk komunikasi ini, karena berbagai alasan, terjadi setiap hari, dimana diantaranya terjadi banyak kesalahpahaman.
Selain melelahkan, juga malah menjadi tidak menguntungkan untuk hubungan kedua belah pihak.
Saya punya pengalaman yang kurang menyenangkan dengan komunikasi semacam ini.
Saya salah paham. Pesan yang disampaikan diterima salah. Harapan saya mengalahkan kenyataan. Khayalan mengalahkan logika. Terjadi sesuatu yang tidak saya mengerti, dan saya tidak mau terjadi lagi.
Sejak itu, saya memilih tidak menerima pesan. Saya memilih mengabaikan jenis komunikasi seperti itu.
Pertarungan antara logika empiris VS indera membaca/merasa komunikasi non verbal, dimenangkan telak oleh logika.
Saya menolak untuk menerima pesan, sedangkan saya, secara sadar atau tidak, terus mengirim.
Saya butuh kata-kata itu keluar dari mulut, atau dikirim tertulis dengan pesan yang jelas.
Namun betulkah indera saya bisa berhenti menerima? Tidak.
Sepotong pesan itu sampai pada saya.
Tapi saya tidak yakin.
Pesannya bener buat saya?
Isi pesannya bener itu?
Saya penasaran..
If I say please would you give me the encoder? Please?
falling asleep...
when we got too much to think things thats not neccesarily our interest, we get tired. when we get really tired, we fall asleep. lets fall, lets us do free falling, lets us do free falling asleep, so we can think things that we want to think, to create stories that we want to create, to live in the world we want to live, in our sleep.
Wednesday, April 25, 2012
Monday, November 07, 2011
thoughts about money
People do pushing their limits to get some money, as much money as they can.
What for? Yes, to be free. To be free to do anything they want. A financial freedom.
But what happens is people don’t do a thing that they want to all their life. In pursuit of money.
So, what freedom?
What’s a sophisticated gadget if we don’t have time to use it?
First reasoning: You’d do it for the kid’s education. Tuition for a good school is getting higher.
Do you think that putting your kids in a good expensive school will assure their future? Yes, it’ll teach good things, but not everything necessary thing to live at their own.
It is still your responsibility to teach them how to live. No matter how many subjects you pay for your kid courses, it is still your responsibility. You have to learn how to teach your kid how to live, you can’t run nor hide.
But yes, you can blame your parents if they don’t teach you how. So now you’re clueless. Learn, so your kid won’t blame you.
What? You want your kid know how to get money? To be secured? So they can live exactly like you do? Oh, you’re so cruel. Let me go back, what is our purpose to get money again?
Second reasoning: You’d do it so at least your kid can enjoy financial freedom; you want them to be happy.
First of all, money on your kids pocket doesn’t make them happy. In contrary, they’ll run out on wants. Toys can’t make them happy anymore, coz they can get it without ever try hard. You have to conduct a lesson for your kid on how to try hard.
Plus you can’t make other people do everything for your kid while what she has to do is ask. She wouldn’t know how to live. She wouldn’t know how to socialize. She wouldn’t know how to be happy.
Our world is already a world of consumption. Our every day is other people try to seduce us to want their product, and our job is to get other people buy our product. It’s all about moving money in pockets, buy and selling things we’ve taken from earth resources.
So, what does money do again?
What for? Yes, to be free. To be free to do anything they want. A financial freedom.
But what happens is people don’t do a thing that they want to all their life. In pursuit of money.
So, what freedom?
What’s a sophisticated gadget if we don’t have time to use it?
First reasoning: You’d do it for the kid’s education. Tuition for a good school is getting higher.
Do you think that putting your kids in a good expensive school will assure their future? Yes, it’ll teach good things, but not everything necessary thing to live at their own.
It is still your responsibility to teach them how to live. No matter how many subjects you pay for your kid courses, it is still your responsibility. You have to learn how to teach your kid how to live, you can’t run nor hide.
But yes, you can blame your parents if they don’t teach you how. So now you’re clueless. Learn, so your kid won’t blame you.
What? You want your kid know how to get money? To be secured? So they can live exactly like you do? Oh, you’re so cruel. Let me go back, what is our purpose to get money again?
Second reasoning: You’d do it so at least your kid can enjoy financial freedom; you want them to be happy.
First of all, money on your kids pocket doesn’t make them happy. In contrary, they’ll run out on wants. Toys can’t make them happy anymore, coz they can get it without ever try hard. You have to conduct a lesson for your kid on how to try hard.
Plus you can’t make other people do everything for your kid while what she has to do is ask. She wouldn’t know how to live. She wouldn’t know how to socialize. She wouldn’t know how to be happy.
Our world is already a world of consumption. Our every day is other people try to seduce us to want their product, and our job is to get other people buy our product. It’s all about moving money in pockets, buy and selling things we’ve taken from earth resources.
So, what does money do again?
Thursday, August 18, 2011
ini blog apaan sih !!?!?!
ini blog apaan sih!!?!?! kok isinya sedih2 mulu?
ya soalnya gw nulis diblog ini pas sedih / ada yg dipikirin doang, seneng2nya jarang diceritain, hahaha
pas seneng, lupa sama blog
pas seneng banget, mana kepikiran nulis disini
sempet gw mikir, blog ini kaya tempat sampah
sempet gw mikir, blog ini palette tempat gw berhias kata2 pengharapan ga berguna
sempet gw mikir, blog ini tempat berdoa
kayanya yg paling bener yg terakhir deh
isinya harapan2 gw, cara gw mengorganisir benang kusut pikiran gw
apa yg paling blog ini refleksikan, adalah Tuhan
ini cara gw berkomunikasi sama Tuhan
gw berdoa saat gw pengen sesuatu
gw berdoa saat gw butuh bantuan, untuk mengerti kehendak Nya
pas lg senengnya, terkadang gw lupa untuk bicara sama Tuhan
yang perlu gw lakukan sekarang adalah
bersyukur
bersyukur atas segala nikmat yang udah Tuhan berikan
bukan cuma berkeluh kesah aja
YA NGGA!
ALHAMDULILLAH
sekarang kerjaan gw oke
sekarang gw bisa nyicil mobil gw sendiri
sekarang gw punya gitar yang paling gw mau, berikut ampli sama efeknya
sekarang gw punya temen2 setia, yg dari dulu pengen gw punya
sekarang gw punya istri yang sholeh
sekarang istri gw lg hamil, mengandung anak gw!
ALHAMDULILLAH BANGET!
Terima kasih Ya Allah
ya soalnya gw nulis diblog ini pas sedih / ada yg dipikirin doang, seneng2nya jarang diceritain, hahaha
pas seneng, lupa sama blog
pas seneng banget, mana kepikiran nulis disini
sempet gw mikir, blog ini kaya tempat sampah
sempet gw mikir, blog ini palette tempat gw berhias kata2 pengharapan ga berguna
sempet gw mikir, blog ini tempat berdoa
kayanya yg paling bener yg terakhir deh
isinya harapan2 gw, cara gw mengorganisir benang kusut pikiran gw
apa yg paling blog ini refleksikan, adalah Tuhan
ini cara gw berkomunikasi sama Tuhan
gw berdoa saat gw pengen sesuatu
gw berdoa saat gw butuh bantuan, untuk mengerti kehendak Nya
pas lg senengnya, terkadang gw lupa untuk bicara sama Tuhan
yang perlu gw lakukan sekarang adalah
bersyukur
bersyukur atas segala nikmat yang udah Tuhan berikan
bukan cuma berkeluh kesah aja
YA NGGA!
ALHAMDULILLAH
sekarang kerjaan gw oke
sekarang gw bisa nyicil mobil gw sendiri
sekarang gw punya gitar yang paling gw mau, berikut ampli sama efeknya
sekarang gw punya temen2 setia, yg dari dulu pengen gw punya
sekarang gw punya istri yang sholeh
sekarang istri gw lg hamil, mengandung anak gw!
ALHAMDULILLAH BANGET!
Terima kasih Ya Allah
Monday, March 21, 2011
Pagi
Ini kayanya tulisan pagi saya yang pertama
Sebelumnya ada sih tulisan yang dimulainya pagi, tapi selesainya sore atau malam
Belum pernah ada yang ditulis pagi
Eh ntar dulu
Kayanya ada sih, tapi masuk kategorinya subuh kali ya, yang diposting di antara jam 12 malam hingga jam 5 pagi..
Well, this is the sleepiest blog post ever!!!
Sebelumnya ada sih tulisan yang dimulainya pagi, tapi selesainya sore atau malam
Belum pernah ada yang ditulis pagi
Eh ntar dulu
Kayanya ada sih, tapi masuk kategorinya subuh kali ya, yang diposting di antara jam 12 malam hingga jam 5 pagi..
Well, this is the sleepiest blog post ever!!!
Tuesday, February 08, 2011
no complain
i'm not complaining this is not the shrink room
i'm not complaining i'm not in pain
i'm not complaining i have more than enough
i'm just doing what i can.
ok, maybe i'm not the expert, but i'm learning
yes, i'm making excuses again.
the truth is, there is not one day, i didn't play with my computer instead of working continuously
it is simply because i don't know how
yes, i admit that i didn't give the best for what i'm paid for
and no, i'm not proud of it
sometimes i feel like barney from the tv show, except i'm not proud of it and people are watching me closely
i am also unhappy since its not easy for me to talk to you guys
it is also sad that some of you happier to talk behind me
the thing is, i cant ask you guys for what i should do
the thing is, i should be the expert, while i'm not
and there is nobody can help me while nobody can be blamed also for assigning me in this
you know what am i doing now?
i'm pretending that i'm working behind my desk while actually i'm writing this
dear mr. boss that watching me from across the room, give me mercy
i'm not complaining i'm not in pain
i'm not complaining i have more than enough
i'm just doing what i can.
ok, maybe i'm not the expert, but i'm learning
yes, i'm making excuses again.
the truth is, there is not one day, i didn't play with my computer instead of working continuously
it is simply because i don't know how
yes, i admit that i didn't give the best for what i'm paid for
and no, i'm not proud of it
sometimes i feel like barney from the tv show, except i'm not proud of it and people are watching me closely
i am also unhappy since its not easy for me to talk to you guys
it is also sad that some of you happier to talk behind me
the thing is, i cant ask you guys for what i should do
the thing is, i should be the expert, while i'm not
and there is nobody can help me while nobody can be blamed also for assigning me in this
you know what am i doing now?
i'm pretending that i'm working behind my desk while actually i'm writing this
dear mr. boss that watching me from across the room, give me mercy
Monday, February 07, 2011
open for reading
beberapa bulan yang lalu saya memutuskan untuk menutup blog ini untuk umum, dikarenakan lagi-lagi saya merasa beberapa posting saya di masa lalu tidak layak untuk konsumsi semua orang.
saya sedikitpun tidak ada niat untuk menghapusnya, demi mengawetkan memori dan mendokumentasikan histori tentang sedikit yang terjadi di masa lalu saya.
kali ini, saya membukanya lagi. kenapa?
tidak lain karena saya sampai pada satu kesimpulan bahwa di titik ini, pembaca blog saya hanyalah orang-orang yang cukup mengenal saya, dan cukup dewasa untuk menilai saya secukupnya saya perlu dinilai.
ya, salah satu alasan saya menutup blog ini untuk umum sebelumnya adalah karena ternyata saya perduli akan pendapat orang lain mengenai saya, dan saya malu akan hal-hal salah yang saya lakukan di masa lalu.
tapi kemudian saya berpikir, sejelek apapun jalan yang telah saya lalui, selicik apapun saya menggeliat untuk melewatinya, saya telah melewatinya. dan saya mengambil pelajaran darinya.
saya berharap tulisan saya di masa lalu bisa dilihat seperti lukisan, sebuah seni tulisan, tentang seorang bocah laki-laki yang mencoba memikirkan sendiri bagaimana cara melewati masanya.
terima kasih para pembaca, kalianlah alasan saya bercerita.
saya sedikitpun tidak ada niat untuk menghapusnya, demi mengawetkan memori dan mendokumentasikan histori tentang sedikit yang terjadi di masa lalu saya.
kali ini, saya membukanya lagi. kenapa?
tidak lain karena saya sampai pada satu kesimpulan bahwa di titik ini, pembaca blog saya hanyalah orang-orang yang cukup mengenal saya, dan cukup dewasa untuk menilai saya secukupnya saya perlu dinilai.
ya, salah satu alasan saya menutup blog ini untuk umum sebelumnya adalah karena ternyata saya perduli akan pendapat orang lain mengenai saya, dan saya malu akan hal-hal salah yang saya lakukan di masa lalu.
tapi kemudian saya berpikir, sejelek apapun jalan yang telah saya lalui, selicik apapun saya menggeliat untuk melewatinya, saya telah melewatinya. dan saya mengambil pelajaran darinya.
saya berharap tulisan saya di masa lalu bisa dilihat seperti lukisan, sebuah seni tulisan, tentang seorang bocah laki-laki yang mencoba memikirkan sendiri bagaimana cara melewati masanya.
terima kasih para pembaca, kalianlah alasan saya bercerita.
Monday, September 13, 2010
Menemukan Diri
Apakah mungkin menemukan diri kita di dalam orang lain?
Saya tidak bicara tentang sesuatu yang bersifat fisik, saya bicara tentang pengalaman unik menemukan jiwa yang serupa
Saya tidak bicara tentang sesuatu yang bersifat fisik, saya bicara tentang pengalaman unik menemukan jiwa yang serupa
Saya coba ejawantahkan
Mungkin sesederhana ketertarikan pada topik yang sama, atau kesamaan pengalaman
Menikmati musik yang sama
Terinspirasi oleh buku yang sama
Menangis saat menonton film yang sama
Tertawa karena memikirkan hal yang sama
Akan menarik jika kita bisa bertukar kata
Rgds,
Arief
Subscribe to:
Posts (Atom)